Halaman

Minggu, 16 Agustus 2009

George Washington pemimpin yang mau terjun langsung

Episode dari kisah motivasi dari Boss adalah seorang pemimpin harus menjadi tauladan dan mau turun tangan sendiri.
Pada waktu tentara Amerika sedang bertugas membuat jalan arteleri terhalang oleh sebongkah batu besar,semua prajurit bekerja keras menyingkirkan batu tersebut. Mayor pimpinan tentara Amerika yang bertubuh tinggi besar dengan kumis melintang memberi komando dengan aba-aba keras sambil sesekali menghisap cerutunya. di bawah sana para prajurit berpeluh sedangkan pimpinannya duduk di atas menikmati cerutu.
Lewatlah seorang penunggang kuda dan menyapa mayor tersebut,"Kenapa kau biarkan prajuritmu bekerja kersa sedangkan engkau enak-enakan duduk?"
"Kamu siapa berani menasihatiku,kalau kamu tidak suka silakan lewat atau kamu ikut bantu para prajuritku itu",hardik sang mayor
Penunggang kuda tadi lalu turun dan ikut membantu menyingkirkan batu besar tadi. tak lama berselang batu berhasil disingkirkan dan mereka bertepuk tangan seraya mengelukan penunggang kuda tadi. kemudian sang penunggang kuda tadi menghampiri si mayor dan berucap,"Jadilah pemimpin yang menjadi tauladan dan mau membantu turun ke lapangan,bila kamu ada masalah menghadaplah kamu ke pusat kota dan temuilah aku,George Washington." Si Mayor kaget merasa malu akan perbuatannya.
Pemimpin yang bisa memimpin anak buahnya sebaiknya memberi contoh dan bersedia membantu kesulitan yang dialami para anak buahnya

Salam SMART

Sun Tzu dan pasukan khusus sang Kaisar

Waktu pulang dari 'bisnis trip' ke Bogor,Boss memutar cd motivasi dari legenda jendral Sun Tzu
Adalah sang Kaisar yang mempunyai para pengawal dan prajurit yang gagah berani dan selalu menang di setiap laga pertempuran. Namun sang kaisar masih ingin membentuk pasukan khusus dari orang-orang terdekatnya yaitu para selir. Sang kaisar mempunyai 20 orang selir yang selalu siap melayani,menemani setiap saat. lalu dipanggilah sersan kepala untuk melatih para selirnya menjadi pasukan elit.Sersan kepala tersebut mengajarkan dari dasar-dasar keprajuritan hingga bela diri namun para selir tersebut selalu mengejek menghina sersan kepala. sang sersan merasa putus asa dan menghadap kaisar menyatakan tidak sanggup melatih lagi.
Kemudian sang Kaisar memanggil panglima perangnya yang mashur yaitu jendral Sun Tzu.
"Jendral Sun Tzu,tolong latih para selirku menjadi pasukan elit yang akan setia mengawalku,bila berhasil apapun permintaanmu akan aku kabulkan",kata sang kaisar.
Jendral Sun Tzu menjawab,"Paduka hanya satu permintaan hamba yaitu buatkan surat keputusan bahwa hamba adalah pelatih mereka dengan sangsi dan penghargaan."
Dengan bekal surat tersebut mulailah Sun Tzu melatih para selir. tidak jauh beda yang dialamai oleh sersan kepala pasukan tadi,sang Jendral diejek,dihina dan dimaki-maki oleh para selir. Sun Tzu mencari tahu kenapa para selir semuanya tidak patuh pada perintahnya,ternyata dari 20 selir ada satu orang yang menjadi provokator yaitu selir yang paling cantik dan kesayangan sang kaisar.pada waktu latihan Sun Tzu menerapkan sangsi dan mengancam akan memenggal kepala selir yang menjadi provokator,ancaman sang Jendral diabaikan maka Sun Tzu langsung menghunus pedang dan menebas kepala selir provokator tersebut. sejak saat itu tinggal 19 selir yang dilatih dan menjadi pasukan elit dan disegani lawan.
Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah tadi adalah bila kita mendapat amanat kita harus bersikap tegas,menerapkan rewards and punishment dan cari provokatornya serta bina bila tidak bisa binasakanlah.
Kita adalah pemimpin,mari menjadi pemimpin yang SMART